koncho2

Monday, April 30, 2012

BUROKnye RADEO itu


Aku, dia, semua nampak detik berganti hari
Engkau maseh kelihatan berdiri sendiri
Walau aku, dia, semua Nampak engkau berdiri dengan beribu kaki
Seperti lipan yang gagah berlari di kaki-kaki walau sendiri
Tapi aku, dia, semua tahu engkau maseh sendiri.

Dalam keriakan riang engkau aku, dia, semua tahu kelam semalam maseh dalam
Sendiri lagi engkau mencanang bagai unggas di tepian yang suram
Telinga-telinga keras yang aku, dia, semua tahu tetap selalu keras
mendengar canangan engkau dalam terima atau tidak..
keretakan dalam yang engkau ciptakan sendiri
untuk dijadikan ramuan engkau sebagai orang yang sendiri
terjelas pada dinding dahi engkau tertulisnya “kecanangan aku harus selalu dipercaya, bukan untuk dipersenda”
tulisan pada dahi engkau itu ramai yang membuthakan sendiri
matha mereka, bukan untuk engkau tetapi untuk aku, dia, semua
semua ini diperjelas agar tiada secebis hati pun akan terlandas pada jalan engkau yang burok sebagai radeo atau apa pun…

kesah kesyukuran engkau tiada langsung ditinggikan
malah engkau kekal mencanang tentang kegelutan atas kerak bumi
yang engkau pun tidak pasti sama ada ianya benar sudah menipis atau maseh kukuh ketebalannya walau dihampar cahaya terang membakar…engkau terus mencanang.
Bila engkau merasakan hidup ada dalam kencah kecelakan
Engkau akan terus merasa gagal kehidupan sering menghentam mata dan fikiran engkau sendiri.
Aku, dia, semua bukan tidak mahu..tetapi engkau maseh berdiri begitu dengan canangan engkau yang begitu penuh keyakinan tanpa sedikit kesyukuran
Cercaan yang engkau lempar tidak pernah diterbalekkan
Malah jantung yang pernah engkau ledakkan tidak pernah
Surut menjadi keringan.
Tetapi semuanya terus tercalar mengekalkan luka dalam yang kini parah bernanah
Sekali lagi aku, dia, semua melihat tiada sesal pada matha-matha engkau
Canangan engkau maseh kekal burok..kini bukan lagi sebagai radeo burok tetapi…sebagai BUROK yang kekal memburokkan lagi radeo yang sedia burok itu.

No comments:

Post a Comment